By Dr Tony Setiobudi BMedSci, MBBS, MRCS, MMed (Ortho), FRCS (Ortho)

Tumor Jinak Lipoma - Apakah Perlu Dioperasi?

Tumor jinak Lipoma sering kali muncul dibawah kulit. Tumor ini lunak dan membesar secara perlahan-lahan. Di dalam tumor ini terdapat sel lemak. Tumor ini bisa terjadi pada segala umur tapi jarang terjadi pada anak-anak. Bagian tubuh yang sering kali terkena lipoma adalah leher, punggung, perut, tangan dan kaki.

Lipoma tidak berbahaya dan tidak menyebar. Sebagian besar tidak perlu dioperasi. Hanya memerlukan observasi. Terkadang lipoma bisa berubah menjadi liposarcoma yang ganas, bisa menyebar dan berbahaya. Oleh karena itu benjolan seperti ini tidak boleh diabaikan. Pasien perlu periksa ke dokter dan melakukan MRI scan.

Operasi perlu untuk mengambil tumor ini perlu dilakukan jika karakteristik dari benjolan itu menunjukkan tanda-tanda yang berbahaya di MRI scan.

Lipoma atau tumor jinak lain perlu operasi jika:

  1. Ukuran lebih dari 5 cm
  2. Membesar dengan cepat
  3. Warna kulit berubah dan tidak wajar
  4. Benjolan menjadi keras
  5. Benjolan menyebabkan rasa sakit
  6. Benjolan menjepit saraf

Tumor Jinak Lipoma - Apakah Perlu Dioperasi?  Ini adalah gambar benjolan yang lebih dari 5cm.

Operasi lipoma bisa dilakukan dengan bius lokal jika benjolannya kecil dan terlihat jinak di MRI. Jika benjolan besar atau ada kecurigaan tumor liposarcoma, operasi harus dilakukan dengan bius total.

Untuk pertanyaan atau appointment dengan Dr Tony Setiobudi, anda bisa menghubungi:

Tumor Jinak Lipoma - Apakah Perlu Dioperasi?

Dr Tony Setiobudi adalah spesialis bedah tulang dan super-spesialis bedah tulang belakang di Mount Elizabeth Hospital (Orchard), Singapore. Dr Tony menangani masalah tulang, sendi, saraf, otot dan ligamen pada orang dewasa dan anak. Dr Tony mempunyai keahlian khusus dalam penanganan saraf terjepit (HNP & spinal stenosis) & masalah tulang belakang seperti nyeri punggung & leher, scoliosis, postur bungkuk (kyphosis), tumor & infeksi tulang belakang, cedera saraf besar (spinal cord) & patah tulang osteoporosis.