By Dr Tony Setiobudi BMedSci, MBBS, MRCS, MMed (Ortho), FRCS (Ortho)

Nyeri Bahu | Frozen Shoulder vs Radang Tendon

Bapak, 55 tahun, mengeluh nyeri di bahu. Gerakan sendi bahu berkurang. Nyeri bertambah saat melakukan aktivitas di atas kepala.

Nyeri bahu kadang terjadi pada pasien yang sering melakukan aktivitas di atas kepala. Hal ini dapat mengakibatkan radang pada tendon di bahu. Kadang dalam kasus yang lebih parah, terjadi robekan di tendon. Hal ini menyebabkan nyeri saat mengangkat tangan di atas bahu. Penyakit ini dinamakan Rotator Cuff Tendinitis.

Jika tendon tidak terjepit di antara tulang, radang ini bisa sembuh sendiri. Tetapi jika, tendon terjepit di antara tulang, maka kemungkinan sembuh sendiri sangat kecil. Hal ini bisa ditangani pertama dengan obat dan fisioterapi. Jika sakit terjadi terus menerus, operasi diperlukan untuk membebaskan tendon yang terjepit dan menjahit tendon yang robek. Rasa nyeri di bahu akan berkurang secara signifikan setelah operasi.

Terkadang, nyeri di bahu diikuti dengan penyusutan gerakan sendi di bahu. Ini terjadi karena kapsul pembungkus sendi bahu menjadi ketat. Sebagian besar hal ini terjadi tanpa penyebab yang jelas. Penyakit ini dinamakan “Frozen Shoulder“.

Hal ini ditangani dengan fisioterapi dan obat. Sebagian besar bisa sembuh secara perlahan-lahan. Operasi jarang sekali diperlukan. Pasien perlu melakukan senam untuk sendi bahu setiap hari secara teratur.

 

Nyeri Bahu | Frozen Shoulder vs Radang Tendon

Dr Tony Setiobudi adalah spesialis bedah tulang dan super-spesialis bedah tulang belakang di Mount Elizabeth Hospital (Orchard), Singapore. Dr Tony menangani masalah tulang, sendi, saraf, otot dan ligamen pada orang dewasa dan anak. Dr Tony mempunyai keahlian khusus dalam penanganan saraf terjepit (HNP & spinal stenosis) & masalah tulang belakang seperti nyeri punggung & leher, scoliosis, postur bungkuk (kyphosis), tumor & infeksi tulang belakang, cedera saraf besar (spinal cord) & patah tulang osteoporosis.