Nyeri Bahu: Apa Itu Frozen Shoulder, Rotator Cuff, dan Bagaimana Mengatasinya. - Spring Hope
+65 9145 5793 Mon to Fri : 09:00AM to 05:00PM, Sat : 09:00AM to 01:00PM. Closed on Sun and PH.
Instagram Facebook TikTok
Nyeri bahu
Nyeri bahu

Table of Contents

Kenapa Nyeri Bahu Bisa Terjadi?

Nyeri bahu dapat muncul tiba-tiba dan membuat aktivitas sederhana terasa sulit. Mulai dari mengangkat tangan, menjangkau barang di lemari, atau bahkan memakai baju bisa menjadi terhambat.

Faktor penyebab nyeri bahu bisa beragam, mulai dari cedera hingga peradangan pada sendi. Tetapi dua penyebab yang paling sering ditemui adalah frozen shoulder dan rotator cuff.

Anatomi Sendi Bahu

Sendi bahu adalah salah satu sendi paling fleksibel di tubuh manusia. Sendi ini memungkinkan lengan bergerak ke berbagai arah. Fleksibilitas ini berasal dari bentuk ball-and-socket yang didukung oleh tulang, ligamen, dan jaringan otot yang disebut rotator cuff.

Apa Itu Frozen Shoulder?

Frozen shoulder adalah kondisi ketika kapsul sendi bahu menebal dan mengencang sehingga gerakan menjadi sangat terbatas dan menyakitkan. Kondisi ini juga dikenal sebagai adhesive capsulitis.

Frozen shoulder ditandai oleh kekakuan ekstrem yang berlangsung lama. Banyak pasien bertanya, apakah frozen shoulder berbahaya? Jawabannya: bisa menjadi serius bila tidak ditangani, karena dapat menyebabkan keterbatasan gerak permanen.

Penyebab Frozen Shoulder

Beberapa penyebab frozen shoulder meliputi:

  • Cedera bahu yang dibiarkan tanpa perawatan.
  • Terlalu lama tidak menggerakkan bahu, misalnya setelah operasi atau patah tulang.
  • Peradangan kronis pada sendi.
  • Faktor risiko seperti diabetes, usia 40+, dan wanita lebih rentan.

Apa penyebab frozen shoulder paling umum? Inaktivitas jangka panjang setelah cedera adalah faktor terbesar.

Gejala dan Ciri-Ciri Frozen Shoulder

Frozen shoulder berkembang melalui tiga tahap utama yang masing-masing memiliki pola gejala khas. Setiap tahap dapat berlangsung beberapa bulan hingga lebih dari satu tahun tergantung kondisi penderitanya.

1. Freezing Stage (Tahap Pembekuan)

    Pada tahap ini, terjadi peradangan aktif pada kapsul sendi sehingga menyebabkan nyeri yang dominan, tahapan ini biasanya berlangsung 2 hingga 9 bulan.

    Ciri-ciri gejala:

    • Nyeri bahu muncul perlahan, kemudian semakin berat.
    • Nyeri terasa tajam saat menggerakkan lengan.
    • Nyeri juga terasa saat istirahat, terutama malam hari.
    • Gerakan mulai terbatas karena rasa sakit.
    • Sulit mengangkat tangan ke atas atau belakang punggung.

    2. Frozen Stage (Tahap Kaku / Pembekuan Total)

      Tahap ini biasanya berlangsung dari 4 sampai 12 bulan, adanya pembentukan jaringan parut (fibrosis) dan penebalan kapsul membuat sendi “membeku”. Kekakuan adalah gejala khas pada tahapan ini.

      Ciri-ciri gejala:

      • Nyeri perlahan berkurang, tetapi kekakuan meningkat drastis.
      • Rentang gerak bahu sangat terbatas.
      • Sulit mengangkat tangan di atas kepala atau menjangkau jauh ke samping.
      • Aktivitas harian (pakai baju, menyisir rambut, mengangkat barang) menjadi sulit.
      • Pasien biasanya tidak bisa memutar bahu keluar.

      3. Thawing Stage (Tahap Mencair / Pemulihan)

      Pada tahap Thawing, kapsul sendi mulai melonggar dan bekas jaringan fibrosis perlahan menghilang. Pemulihan biasanya dapat berlangsung 6 sampai 18 bulan.

      Ciri-ciri gejala:

      • Nyeri berkurang signifikan.
      • Rentang gerak perlahan membaik.
      • Pasien mulai bisa mengangkat lengan lebih tinggi dan memutar bahu.
      • Aktivitas sehari-hari kembali lebih mudah.

      Apa Itu Rotator Cuff?

      Rotator cuff adalah sekelompok empat otot dan tendon yang mengelilingi sendi bahu. Struktur ini bekerja seperti “manset” yang memeluk kepala tulang lengan atas, menjaga bahu tetap stabil saat kita mengangkat, memutar, atau menggerakkan lengan ke berbagai arah.

      Karena perannya sangat penting, cedera kecil pada rotator cuff dapat menyebabkan nyeri pada sendi bahu, kekakuan, hingga penurunan kekuatan lengan.

      Gejala dan Ciri-Ciri Cedera Rotator Cuff

      Cedera pada rotator cuff umumnya menimbulkan beberapa gejala khas seperti nyeri ketika mengangkat tangan, rasa lemah pada lengan, dan kesulitan melakukan aktivitas yang melibatkan gerakan bahu. Namun, keluhannya bisa berbeda tergantung jenis cederanya.

      Secara medis, cedera rotator cuff terbagi menjadi dua kondisi utama:

      1. Rotator Cuff Syndrome (Peradangan / Iritasi Tendon)

        Kondisi ini biasanya merupakan tahap awal ketika tendon mengalami iritasi akibat aktivitas berulang atau postur yang buruk.

        Ciri-cirinya:

        • Nyeri muncul saat mengangkat atau memutar bahu.
        • Gerakan masih bisa dilakukan, tetapi terasa tidak nyaman.
        • Nyeri sering muncul setelah aktivitas overhead.

        2. Rotator Cuff Tear (Robekan Tendon)

        Pada kondisi ini, tendon mengalami robekan sebagian atau total, sehingga fungsi bahu lebih jelas terganggu.

        Ciri-cirinya:

        • Lengan terasa lemah atau kehilangan tenaga.
        • Sulit mengangkat barang, bahkan yang ringan.
        • Nyeri lebih tajam dan bisa muncul saat beristirahat atau saat tidur miring.

        Cedera rotator cuff lebih sering terjadi pada orang yang melakukan aktivitas berulang seperti olahraga atau pekerjaan overhead. Karena itu, jika Anda mulai merasakan nyeri atau kelemahan pada bahu disertai gejala diatas, segera lakukan pemeriksaan yang tepat sebelum kondisinya memburuk.

        Cara Mengatasi Frozen Shoulder & Rotator Cuff

        Penanganan frozen shoulder dan cedera rotator cuff umumnya dimulai dengan metode non-bedah, karena sebagian besar kasus dapat membaik tanpa operasi. Namun, pada kondisi yang berat atau tidak membaik dengan terapi konservatif, dokter dapat mempertimbangkan tindakan bedah.

        Penanganan Non-Bedah

          • Obat-obatan

          Termasuk obat antiinflamasi untuk meredakan nyeri dan peradangan.
          Pada beberapa kasus, dokter dapat memberikan suntikan kortikosteroid untuk membantu mengurangi nyeri dengan cepat, terutama pada fase akut pada Frozen Shoulder.

          • Fisioterapi

          Menjadi kunci utama pemulihan. Fisioterapi dapat mencakup latihan rentang gerak, mobilisasi sendi, penguatan otot bahu, serta koreksi pola gerak untuk mencegah cedera berulang.

          Pada beberapa kasus, fisioterapis juga dapat menggunakan Shockwave Therapy untuk membantu merangsang penyembuhan tendon dan mengurangi nyeri yang menetap.

          Penanganan Bedah

            Operasi hanya dipertimbangkan jika seluruh terapi non-bedah sudah dilakukan tetapi keluhan tetap tidak membaik, atau jika ditemukan robekan besar pada rotator cuff.

            Kapan Harus ke Dokter?

            Segera periksa ke dokter jika Anda mulai merasakan keluhan yang tidak kunjung membaik, seperti:

            • Nyeri bahu yang menetap lebih dari dua minggu
            • Kesulitan mengangkat tangan atau melakukan aktivitas sehari-hari
            • Nyeri yang menjalar hingga ke leher atau siku
            • Bahu terasa semakin kaku atau seperti “terkunci”

            Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan apakah keluhan Anda berasal dari frozen shoulder, cedera rotator cuff, atau kondisi bahu lainnya, sehingga perawatan dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

            Mencegah Keluhan Bahu Kambuh Kembali

            Setelah memahami penyebab dan penanganannya, langkah selanjutnya adalah menjaga agar nyeri bahu tidak mudah kambuh. Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu menjaga kesehatan bahu Anda dalam jangka panjang, seperti:

            • Menjaga postur tubuh saat bekerja, terutama saat duduk lama di depan komputer
            • Menghindari aktivitas overhead secara berlebihan
            • Melakukan pemanasan sebelum olahraga atau aktivitas berat
            • Menguatkan otot bahu dan punggung secara rutin

            Kebiasaan ini membantu menjaga sendi bahu tetap stabil, fleksibel, dan lebih kuat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

            Paragon Medical
            Tower 1 (Lift Lobby F) #18–06 290 Orchard Road Singapore 238859

            orthopaedic@spring-hope.com

            Related Articles

            Close