+65 9145 5793 Mon to Fri : 09:00AM to 05:00PM, Sat : 09:00AM to 01:00PM. Closed on Sun and PH.
Instagram Facebook TikTok
achilles tendinosis
achilles tendinosis

Table of Contents

Tendon Achilles merupakan tendon terkuat di dalam tubuh manusia yang memiliki peran sangat penting dalam aktivitas sehari-hari, seperti berjalan, berlari, dan melompat. Karena tendon ini memiliki pasokan darah yang relatif sedikit, proses penyembuhan bisa berlangsung lambat jika terjadi kerusakan struktur. Salah satu kondisi yang sering memengaruhi bagian ini adalah Achilles tendinosis.

Pengertian Achilles Tendinosis

Achilles tendinosis adalah kondisi kronis yang ditandai dengan degenerasi bertahap pada tendon Achilles. Tendon ini merupakan jaringan ikat fibrosa tebal yang menghubungkan otot betis dengan tulang tumit. Berbeda dengan peradangan akut, tendinosis melibatkan keausan struktural di mana jaringan tendon menjadi tidak teratur dan dapat mengalami robekan mikroskopis. Kondisi ini umumnya dirasakan pada bagian belakang kaki bawah dan area di mana tendon menempel pada tumit.

Kondisi ini sering dikaitkan dengan individu yang aktif berolahraga, terutama pada jenis olahraga yang melibatkan gerakan melompat atau berlari secara berulang. Namun, Achilles tendinosis juga dapat memengaruhi individu yang kurang aktif serta mereka yang memiliki pekerjaan dengan beban stres konsisten pada kaki dan pergelangan kaki.

Penyebab dan Faktor Risiko

Achilles tendinosis utamanya dianggap sebagai gangguan akibat penggunaan berlebihan (overuse) yang berasal dari trauma mikro berulang yang tidak dapat diperbaiki oleh tubuh secara memadai. Beberapa penyebab dan faktor yang berkontribusi meliputi:

  • Perubahan Aktivitas Secara Tiba-tiba: Meningkatkan intensitas, frekuensi, atau durasi latihan fisik secara cepat dapat memberikan beban berlebih pada tendon.
  • Faktor Biomekanis: Mekanika kaki yang tidak normal, seperti kondisi kaki datar atau perputaran pergelangan kaki ke arah dalam secara berlebihan (overpronasi), memberikan tekanan tambahan pada tendon Achilles saat bergerak.
  • Masalah Alas Kaki: Menggunakan sepatu yang sudah usang atau alas kaki yang kurang memberikan dukungan lengkungan dan bantalan yang tepat dapat memperburuk kondisi tendon. Selain itu, penggunaan sepatu hak tinggi secara rutin dapat menyebabkan pemendekan otot betis dan meningkatkan kekakuan pada tendon.
  • Proses Penuaan: Seiring bertambahnya usia, tendon secara alami menjadi kurang fleksibel dan kehilangan kemampuan untuk pulih dari stres, sehingga lebih rentan terhadap cedera.
  • Kondisi Medis dan Obat-obatan: Masalah sistemik tertentu seperti radang sendi, diabetes, atau artritis reumatoid dapat meningkatkan risiko masalah tendon. Beberapa jenis antibiotik tertentu juga telah dikaitkan dengan peningkatan risiko degenerasi tendon.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Gejala Achilles tendinosis biasanya berkembang secara bertahap dan tidak muncul secara tiba-tiba setelah satu kejadian tertentu. Tanda-tanda umum yang sering muncul meliputi:

  • Nyeri dan Kekakuan: Rasa tidak nyaman sering kali paling terasa di pagi hari atau setelah periode tidak aktif yang lama. Kekakuan ini mungkin sedikit membaik dengan gerakan ringan, tetapi sering kali memburuk setelah aktivitas yang berkepanjangan.
  • Pembengkakan Lokal: Area di sekitar tendon mungkin tampak menebal. Pada kasus kronis, benjolan kecil atau nodul dapat dirasakan di tempat jaringan yang rusak.
  • Sensitivitas: Sisi-sisi tendon mungkin menjadi sensitif terhadap tekanan, terutama pada bagian tengah tendon atau di titik pertemuan dengan tulang tumit.
  • Keterbatasan Fungsi: Penderita mungkin mengalami kelemahan pada kaki bagian bawah atau penurunan rentang gerak pada pergelangan kaki, yang membuat aktivitas seperti menaiki tangga menjadi sulit.

Penting untuk memperhatikan tanda peringatan bahaya. Rasa sakit tajam yang muncul tiba-tiba di bagian belakang tumit, sering kali disertai suara seperti “meletup” dan ketidakmampuan mendadak untuk berdiri berjinjit, dapat mengindikasikan robekan (ruptur) tendon Achilles. Ini adalah cedera serius yang memerlukan evaluasi medis segera.

Diagnosis oleh Profesional Medis

Tenaga medis profesional akan mendiagnosis Achilles tendinosis melalui penilaian klinis yang komprehensif. Proses ini umumnya meliputi peninjauan riwayat kesehatan terkait timbulnya gejala dan tingkat aktivitas. Selain itu, pemeriksaan fisik dilakukan untuk memeriksa pembengkakan, sensitivitas, serta penebalan di sepanjang tendon.

Pengujian fungsional juga mungkin dilakukan, seperti mengamati kemampuan pasien saat melakukan gerakan angkat tumit satu kaki. Untuk menilai tingkat degenerasi jaringan, modalitas pencitraan dapat digunakan. Ultrasonografi dapat memberikan pandangan waktu nyata dari struktur tendon, sementara MRI menawarkan gambar lintas sektoral yang mendetail untuk mengidentifikasi kerusakan internal. Foto rontgen mungkin diperlukan untuk memeriksa masalah terkait tulang, seperti taji tulang pada perlekatan tumit.

Pilihan Penanganan dan Manajemen

Penanganan Achilles tendinosis disesuaikan dengan gejala individu dan tingkat keparahan degenerasi tendon.

Perawatan Mandiri dan Modifikasi Aktivitas Langkah awal sering kali berfokus pada pengurangan beban pada tendon. Ini mungkin melibatkan peralihan dari olahraga berdampak tinggi ke aktivitas berdampak rendah seperti berenang atau bersepeda. Penggunaan kompres es dapat membantu mengelola rasa tidak nyaman dan pembengkakan setelah beraktivitas.

Fisioterapi dan Rehabilitasi Rehabilitasi terstruktur merupakan landasan pengobatan. Program pemuatan progresif, terutama latihan eksentrik (gerakan yang melibatkan pemanjangan otot di bawah tegangan, seperti menurunkan tumit secara perlahan), sangat didukung untuk mendorong pembentukan kembali jaringan tendon. Terapi manual juga dapat digunakan untuk meningkatkan mobilitas pergelangan kaki.

Intervensi Medis Lainnya Suntikan umumnya dipertimbangkan untuk kasus kronis yang tidak merespons pengobatan lain. Namun, suntikan kortikosteroid ke dalam tendon Achilles biasanya dihindari karena adanya risiko peningkatan robekan tendon. Pembedahan biasanya hanya dipertimbangkan jika perawatan konservatif tidak memberikan hasil setelah jangka waktu yang lama. Prosedur bedah dapat melibatkan pengangkatan jaringan yang rusak, perbaikan robekan, atau pemanjangan otot betis untuk mengurangi ketegangan pada tendon.

Pencegahan dan Gaya Hidup

Manajemen jangka panjang dan pencegahan berfokus pada menjaga kesehatan tendon melalui pertimbangan praktis sehari-hari:

  • Peningkatan Bertahap: Hindari peningkatan intensitas atau durasi olahraga secara tiba-tiba agar tendon dapat beradaptasi dengan beban baru.
  • Alas Kaki yang Tepat: Pastikan sepatu olahraga memberikan dukungan yang memadai dan ganti secara teratur jika sudah kehilangan bantalan atau stabilitasnya.
  • Peregangan Rutin: Menjaga fleksibilitas otot betis melalui peregangan harian dapat mengurangi ketegangan konstan pada tendon Achilles.
  • Manajemen Berat Badan: Menjaga berat badan yang sehat dapat membantu mengurangi beban keseluruhan dan tekanan pada tendon anggota gerak bawah.
  • Latihan Silang (Cross-Training): Memasukkan aktivitas berdampak rendah ke dalam rutinitas kebugaran dapat memberikan waktu istirahat yang diperlukan bagi tendon sambil tetap menjaga kesehatan jantung.

Kapan Harus Menghubungi Tenaga Medis

Intervensi dini sangat bermanfaat untuk mencapai pemulihan yang efektif. Disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan jika Anda mengalami nyeri yang menetap atau memburuk di tumit atau kaki bawah, kekakuan pagi hari yang semakin parah, atau adanya penebalan dan benjolan pada tendon. Segera cari bantuan medis jika terjadi cedera traumatis atau ketidakmampuan mendadak untuk berjinjit atau mendorong kaki saat berjalan.

——————————————————————————–

Disclaimer Medis: Halaman ini ditujukan untuk tujuan edukasi umum saja dan tidak boleh dianggap sebagai saran medis. Silakan berkonsultasi dengan profesional kesehatan yang berkualifikasi untuk penilaian dan perawatan yang dipersonalisasi.

Paragon Medical
Tower 1 (Lift Lobby F) #18–06 290 Orchard Road Singapore 238859

springhopeclinic@gmail.com

Related Articles